Lembaga Adat Semundam Gelar Tradisi Patulong
MUKOMUKO - RADAR BUMI RAFLESIA NEWS. Com, Semundam – Lembaga Adat Desa Semundam menggelar tradisi patulong dalam rangkaian acara pernikahan putri pertama Kepala Desa (Kades) setempat. Tradisi ini menjadi bukti kuatnya nilai kebersamaan dan gotong royong yang masih terjaga di tengah masyarakat desa.
Dalam pelaksanaannya, patulong melibatkan partisipasi aktif warga yang secara sukarela memberikan bantuan kepada tuan rumah. Bantuan tersebut dapat berupa bahan makanan, tenaga, hingga berbagai kebutuhan lain untuk mendukung kelancaran acara pernikahan.
Secara umum, patulong—yang juga dikenal dengan sebutan patulung atau atatolong di beberapa daerah—berakar dari kata “tolong” yang bermakna saling membantu. Tradisi ini merupakan bagian dari kearifan lokal masyarakat Nusantara yang bertujuan meringankan beban keluarga yang sedang menggelar hajatan.
Di sejumlah wilayah, khususnya dalam budaya Lampung, praktik serupa menjadi bagian penting dalam prosesi begawi atau pesta adat yang biasanya berlangsung cukup panjang dan melibatkan banyak pihak. Kehadiran tradisi ini tidak hanya membantu secara material, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga.
Ketua Lembaga Adat Semundam menyampaikan bahwa tradisi patulong bukan sekadar rutinitas, melainkan warisan budaya yang harus terus dilestarikan. “Ini adalah bentuk solidaritas masyarakat. Dengan patulong, beban tuan rumah menjadi lebih ringan dan kebersamaan semakin terasa,” ujarnya.
Pernikahan putri Kades Semundam pun berlangsung dengan khidmat dan penuh nuansa kekeluargaan. Warga tampak antusias berpartisipasi, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan acara.
Melalui tradisi patulong, masyarakat Desa Semundam kembali menunjukkan bahwa nilai gotong royong tetap menjadi fondasi utama dalam kehidupan sosial, sekaligus memperkuat identitas budaya lokal di tengah perkembangan zaman. RBR