MUKOMUKO – RADAR BUMI RAFLESIA NEWS.Com – Pemerintah Desa (Pemdes) Karya Mulya, Kecamatan Pondok Suguh, Kabupaten Mukomuko, kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pembangunan desa yang adaptif dan berkelanjutan. Hal ini diwujudkan melalui pelaksanaan Musyawarah Desa (Musdes) Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun 2026 yang digelar pada Selasa, 29 Juni 2026.
Musdes tersebut berlangsung di aula kantor desa Karya Mulya dengan suasana yang terbuka dan dialogis. Tak hanya membahas perubahan APBDes, forum ini juga dimanfaatkan untuk meninjau dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes), dan APBDes 2027 agar tetap sejalan dengan dinamika kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Desa Karya Mulya, Heriyano. Turut hadir dalam musyawarah tersebut perwakilan dari Kecamatan Pondok Suguh, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, tokoh masyarakat, serta sejumlah undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Heriyano menegaskan bahwa perubahan APBDes tidak hanya sekadar memenuhi kewajiban administratif. Menurutnya, hal ini merupakan bagian dari upaya peningkatan pelayanan publik yang berkelanjutan. Salah satu fokus utama perubahan APBDes tahun ini adalah pengalokasian
1) Transfer (ADD) 453.700.000,-
APBDes Perubahan 2026
Potensi s/ta tahap 1, yaitu tunjangan BPD 2 orang sebanyak Rp 6.700.000,-
Potensi s/ta tahap 1, yaitu BPJS Ketenagakerjaan sebanyak Rp 2.800.000,-
Jlh Rp 9.500.000,
Tak hanya fokus pada aspek anggaran, Musdes juga menjadi momentum evaluasi terhadap RPJMDes. Evaluasi dilakukan untuk memastikan rencana pembangunan desa benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat, potensi lokal, serta kebijakan pemerintah pusat dan daerah yang terbaru.
Musyawarah berlangsung aktif dengan sejumlah tokoh masyarakat dan anggota BPD yang turut menyampaikan berbagai masukan konstruktif. Mereka menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pengawasan dan pelaksanaan program desa, termasuk koperasi dan program ketahanan pangan.
Ketua BPD Karya Mulya, Aprizal, menyatakan bahwa Musdes kali ini mencerminkan kemajuan pola pikir dan tata kelola pemerintahan desa. Ia menilai langkah yang diambil Pemdes menunjukkan komitmen terhadap transparansi dan responsivitas terhadap tantangan yang dihadapi desa.
“Ke depan, masyarakat menaruh harapan besar agar dokumen Perubahan APBDes ini dapat segera ditetapkan dan diimplementasikan dengan prinsip efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas tinggi. Melalui sinergi antara pemerintah desa dan warga, kami yakin Desa Karya Mulya mampu menjadi contoh desa maju yang menjunjung tinggi partisipasi dan kesejahteraan bersama,” pungkas Aprizal. (RBR)