Tebas Bayang Jalan Poros Malin Deman Tak Kunjung Dikerjakan, Warga Keluhkan Ancaman Keselamatan

adsterra

IKALAN 1

IKALAN 1

IKALAN 2

IKALAN 2

iklan adsterra

ads terra

Tebas Bayang Jalan Poros Malin Deman Tak Kunjung Dikerjakan, Warga Keluhkan Ancaman Keselamatan

Selasa, 06 Januari 2026

Photo Dokumentasi di lapangan


MUKOMUKO – RADAR BUMI RAFLESIA NEWS.Com — Warga Kecamatan Malin Deman mengeluhkan belum dilaksanakannya kegiatan tebas bayang di sepanjang jalan poros kecamata Malin Deman Hingga sudah masuk Tahun 2026 belum dikerjakan, kondisi bahu jalan yang dipenuhi rumput dan semak liar dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara roda dua dan roda empat, Senin (5/1/2026).


Jalan poros tersebut merupakan aset Pemerintah Kabupaten Mukomuko yang dibangun menggunakan dana Instruksi Presiden (Inpres). Ruas jalan yang membentang dari wilayah Gajah Makmur menuju pusat Kecamatan Malin Deman itu menjadi akses utama sekaligus jalur alternatif bagi aktivitas masyarakat sehari-hari.


Berdasarkan pantauan awak media di lapangan, kondisi di sepanjang sisi kiri dan kanan jalan tampak dipenuhi gulma yang tumbuh subur hingga hampir menutupi bahu jalan. Bahkan, pada sejumlah titik, rerumputan menjalar ke badan jalan dan mengganggu jarak pandang pengendara, khususnya di area tikungan.


Keluhan masyarakat juga ramai disuarakan melalui grup WhatsApp Silaturahmi Orang Malin Deman. Dalam percakapan tersebut, warga menyampaikan kekhawatiran akan meningkatnya risiko kecelakaan lalu lintas. Beberapa insiden kecelakaan disebut telah terjadi dalam beberapa bulan terakhir, yang diduga akibat terbatasnya pandangan karena rumput liar yang tidak terawat.


Kepala Desa Semambang Makmur, Lamto, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut. Ia menilai keberadaan gulma di sepanjang jalan sangat membahayakan keselamatan pengendara. “Rumput yang menutup sisi kiri dan kanan jalan membuat jarak pandang sangat terbatas, terutama saat melewati tikungan. Sudah ada korban kecelakaan, bahkan salah satunya anak saya sendiri,” ungkap Lamto.


Menurutnya, jalan poros tersebut merupakan jalur vital bagi masyarakat Malin Deman, termasuk bagi anak-anak sekolah yang setiap hari melintas. Dengan semakin dekatnya bulan suci Ramadan, ia berharap kondisi jalan dapat segera dibenahi agar tidak menjadi hambatan bagi aktivitas warga. “Kalau terus dibiarkan, tentu akan semakin mengganggu dan membahayakan,” tambahnya.


Sementara itu, salah seorang warga sekaligus pengendara, Sapar, meminta agar Pemerintah Daerah Kabupaten Mukomuko segera mengambil langkah konkret. Ia berharap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Mukomuko dapat mengalokasikan dana rutin untuk melakukan tebas bayang di ruas jalan tersebut. “Kami sangat khawatir jika kondisi ini dibiarkan. Pandangan tertutup rumput, risiko tabrakan sangat besar. Ini perlu segera ditangani sebelum ada korban jiwa,” pungkasnya. Al/RBR