Ground Breaking Jembatan Garuda Dimulai, Tiga Desa di Ipuh Mukomuko Dapat Pembangunan Infrastruktur

adsterra

IKALAN 1

IKALAN 1

IKALAN 2

IKALAN 2

iklan adsterra

ads terra

Ground Breaking Jembatan Garuda Dimulai, Tiga Desa di Ipuh Mukomuko Dapat Pembangunan Infrastruktur

Rabu, 09 September 2026

Ground Breaking Jembatan Garuda Dimulai, Tiga Desa di Kecamatan Ipuh


MUKOMUKO – RADAR BUMI RAFLESIA NEWS.Com – Program pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap V dan VI di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, resmi dimulai. Ground breaking atau peletakan awal pembangunan dilaksanakan pada Rabu (09/09/2026) di wilayah Kecamatan Ipuh.


Program pembangunan tersebut menyasar tiga titik jembatan yang berada di tiga desa, yakni Desa Retak Ilir, Desa Semundam dan Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko.


Kegiatan ground breaking diikuti oleh jajaran TNI, Polri, pemerintah kecamatan serta pemerintah desa. Pembangunan Jembatan Garuda ini menjadi salah satu program percepatan pembangunan infrastruktur yang diharapkan mampu meningkatkan akses dan mobilitas masyarakat di wilayah pedesaan.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Danramil 428-02/Ipuh Kapten Inf Afrian Suprianto, SAP, Kapolsek Ipuh AKP Hardiansyah, S.H, Camat Ipuh Sepradanur, S.Sos, Kepala Desa Retak Ilir Andika, Kepala Desa Semundam Amiril serta unsur terkait lainnya.


Sebagai tanda dimulainya pembangunan, dilakukan pelepasan bagian lantai jembatan di lokasi pembangunan. Kegiatan tersebut menandai dimulainya pengerjaan Jembatan Garuda di Desa Retak Ilir dan Desa Semundam yang selama ini telah lama dinantikan oleh masyarakat.


Danramil 428-02/Ipuh, Kapten Inf Afrian Suprianto, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa terdapat tiga titik pembangunan jembatan melalui program Jembatan Garuda di wilayah Kabupaten Mukomuko.


Salah satu titik pembangunan berada di Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Ipuh. Jembatan yang sebelumnya menggunakan konstruksi kayu tersebut akan dibangun secara permanen menggunakan beton dengan ukuran panjang sekitar 14 meter dan lebar 4 meter.


Menurutnya, pembangunan jembatan di Desa Tanjung Jaya telah selesai dilaksanakan hingga mencapai 100 persen. Selanjutnya, program pembangunan akan dilanjutkan pada dua titik lainnya, yakni Desa Retak Ilir dan Desa Semundam.


“Pembangunan Jembatan Garuda ini merupakan program pemerintah pusat khusus untuk percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah. Dalam pelaksanaannya, TNI AD turut terlibat dan bekerja sama dengan tim teknis,” jelas Kapten Inf Afrian Suprianto.


Ia berharap pembangunan infrastruktur tersebut dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam mendukung aktivitas ekonomi, transportasi serta memperlancar akses masyarakat antarwilayah.


Sementara itu, Kepala Desa Semundam, Amiril, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pemerintah pusat dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) atas dimulainya pembangunan jembatan di desanya.


Menurut Amiril, keberadaan jembatan permanen merupakan harapan masyarakat Desa Semundam yang telah lama menantikan peningkatan infrastruktur tersebut.


“Kami masyarakat Desa Semundam sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat dan jajaran TNI atas terlaksananya pembangunan jembatan ini. Insyaallah jembatan di desa kami akan dibangun menjadi jembatan permanen,” ujarnya.


Amiril menambahkan, dari sejumlah titik jembatan yang sebelumnya telah diusulkan oleh pemerintah desa, saat ini baru satu titik yang dapat direalisasikan melalui program tersebut.


“Dari dua titik yang kami usulkan, baru satu yang terealisasi. Mudah-mudahan usulan pembangunan jembatan lainnya juga dapat direalisasikan pada tahun-tahun berikutnya,” pungkasnya. RBR