Pemdes Mundam Marap Catat PAD Rp236 Juta, Fokus Kemandirian Desa

adsterra

IKALAN 1

IKALAN 1

IKALAN 2

IKALAN 2

iklan adsterra

ads terra

Pemdes Mundam Marap Catat PAD Rp236 Juta, Fokus Kemandirian Desa

Rabu, 01 April 2026

Pemdes Mundam Marap Catat PAD Rp236 Juta, Fokus Kemandirian Desa


MUKOMUKO - RADAR BUMI RAFLESIA NEWS. Com, Pemerintah Desa (Pemdes) Mundam Marap berhasil mencatat Pendapatan Asli Desa (PAD) sebesar Rp236.797.000 berdasarkan Laporan Realisasi APBDes Tahun Anggaran 2025. Capaian tersebut menjadi bagian dari total pendapatan desa yang mencapai Rp1.406.969.266.


Dalam laporan tersebut, pendapatan desa terdiri dari Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp712.421.000, Dana Desa (DD) Rp449.290.000, pendapatan lain-lain Rp8.462.226, serta PAD yang mencapai Rp236 juta lebih.


Pemdes Mundam Marap juga telah merampungkan Laporan Pertanggungjawaban Realisasi Pelaksanaan APBDes sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan desa.



Kepala Desa Mundam Marap, Eko Saputra, S.IP melalui Sekretaris Desa (Sekdes) Desi Riansyah menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat dan unsur kelembagaan desa atas dukungan dalam meningkatkan PAD.


“Kami mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat serta unsur kelembagaan desa yang telah bersama-sama mengoptimalkan PAD Desa Mundam Marap,” ujar Desi.


Lebih lanjut dijelaskan, sumber PAD Desa Mundam Marap berasal dari beberapa sektor, di antaranya pengelolaan sarana olahraga berupa gedung futsal yang menyumbang Rp72,5 juta, pungutan desa serta kegiatan adat dan kesenian lokal sebesar Rp8,6 juta, serta kontribusi dari KMD dan tanah desa sebesar Rp155,6 juta.


Seluruh sumber PAD tersebut telah diatur dalam Peraturan Desa (Perdes) tentang Sumber-Sumber Pendapatan Asli Desa sebagai dasar hukum pengelolaannya.


“Ada beberapa sumber PADES di Mundam Marap yang diatur dalam Perdes, seperti pengelolaan gedung futsal, pungutan desa seperti sewa kursi dan meja, kegiatan adat seperti pernikahan beradat, hingga pemanfaatan KMD dan tanah desa,” jelasnya.


Ke depan, Pemdes Mundam Marap menargetkan peningkatan PAD sebagai langkah menuju kemandirian desa, seiring dengan potensi penurunan dana transfer dari pemerintah pusat.


“Kami harus siap mandiri. Melihat tren dana transfer dari APBN ke desa yang semakin berkurang, maka fokus kami ke depan adalah memperkuat sumber PAD desa demi keberlangsungan pembangunan,” tutup Desi. RBR