Dinkes Mukomuko Perketat Penanganan DBD
MUKOMUKO — DADAR BUMI RAFLESIA NEWS. Com, Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko menegaskan bahwa upaya melawan penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) tidak boleh kendor. Sepanjang tahun 2025, jumlah warga yang terkonfirmasi positif DBD meningkat, sehingga Dinkes bersama 17 puskesmas bergerak cepat melakukan langkah penekanan di berbagai titik temuan kasus.
Kabid Pemberantasan Penyakit Menular Dinkes Mukomuko, Hamdan, menyampaikan bahwa angka kasus DBD masih perlu mendapat perhatian serius.
“Kami tidak menunggu kasus meluas. Begitu ada temuan, tiga langkah langsung kami jalankan,” tegasnya.
Tiga langkah dimaksud meliputi penelitian epidemiologi (PE), pengendalian vektor, serta pengasapan atau fogging di delapan lokasi yang terjangkit. PE dilakukan untuk memastikan pola penyebaran serta potensi perluasan kasus. Sementara itu, pengendalian vektor dilakukan dengan pemeriksaan jentik dan membersihkan potensi sarang nyamuk di lingkungan warga.
Dinkes juga membagikan larvasida di titik-titik kasus untuk memastikan jentik mati sebelum berkembang menjadi nyamuk dewasa. Petugas memberikan arahan penggunaan larvasida secara tepat di rumah-rumah warga.
Namun, menurut Hamdan, keberhasilan penanganan tidak semata bergantung pada tindakan teknis petugas. “PSN itu wajib. Tidak bisa ditawar. Bersihkan bak mandi, tutup semua penampungan air, kubur barang bekas, dan jaga kebersihan lingkungan. Kalau masyarakat lengah, DBD akan kembali naik,” ujarnya.
Hamdan juga meminta perangkat desa, kader posyandu, lembaga pendidikan, hingga organisasi masyarakat untuk aktif memberikan edukasi terkait kebersihan lingkungan dan pemberantasan sarang nyamuk.
“DBD bukan urusan medis semata. Ini soal kesadaran massal. Semua harus bergerak kalau ingin angka penularan bisa ditekan,” pungkasnya.RBR